Redaksi Media Jurnal8 Tolak Rilis Hak Jawab Kepsek SMAN 7 Wajo

SuaraOne Wajo Sulsel —- Aminuddin B, Kepala UPT SMAN 7 Kabupaten Wajo, menyayangkan penolakan pemuatan rilis hak jawab yang telah dikirimkan ke redaksi Jurnal8 melalui pesan WhatsApp terkait pemberitaaan oleh media online Jurnal8 edisi tanggal 16 Februari 2024.

Dalam rilis tersebut Aminuddin membeberkan secara runtut kronologi peristiwa yang dialami disekolahnya pasca wartawan media online Jurnal8 berkunjung ke SMAN 7 Kabupaten Wajo.

Penjelasan dalam Klarifikasi sekaligus merupakan hak jawab tersebut, menurut Aminuddin, agar nantinya tidak menimbulkan spekulasi negatif yang dapat berdampak pada pemberitaan tidak benar dan menyesatkan.

Dia menjelaskan, terhadap pemberitaan di Media Online Jurnal8 tanggal 16 Februari 2024 yang menyatakan bahwa dirinya sedang sibuk mengurus Calon Anggota Legislatif (Caleg), itu tidak benar adanya.

Sejak tanggal 29 Januari 2024 hingga tanggal 2 Februari 2024, Aminuddin sedang melaksanakan tugas di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Makassar) dalam rangka Rekon Dana BOSP.

“Bersama Ibu Lestari kami ada kegiatan Rekon Dana BOSP, baru bisa meninggalkan kantor jam 2 (Dini Hari),” katanya, dalam pesan singkat WhatsApp, Selasa, 27/02/2024.

Baca Juga:  Perak Sultra Akan Melaporkan Beberapa Proyek Yang Melekat Di Tubuh BPBD Konawe Utara

Kemudian pada tanggal 5 Februari 2024 hingga 10 Februari 2024, Aminuddin mengatakan, dirinya saat itu mendampingi Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan dalam pemeriksaan penggunaaan Dana BOS seluruh SMA/SMK SE Kabupaten Wajo.

“Saat itu, setiap harinya pulang dari sekolah hingga jam 10 malam,” ungkapnya.

Pada tanggal 12 Februari 2024, bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wajo, melaksanakan upacara yang dilanjutkan keesokan harinya, tanggal 13 Februari 2024 untuk mengadakan Peringatan Isra Mi’raj di sekolah (SMAN 7 Wajo) yang dimulai pada pukul 08.00 wita sampai dengan pukul 11.00 wita.

” Setelah upacara bersama Satpol PP Kabupaten Wajo, jam 13.00 wita sampai jam 15.00 wita, dilaksanakan Rapat Koordinasi bersama pengawas satuan pendidikan,” jelasnya.

Akibat kondisi kesehatannya terganggu (Flu), hari Kamis, tanggal15 Februari 2024, Aminuddin terlambat kesekolah dan saat itu oknum wartawan datang ke sekolah dan bertanya kepada Satuan Pengamanan (Satpam) yang berjaga.

Baca Juga:  Dukung Pemilu Damai 2024, GODAMS Tolak Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

“Apakah Kepala Sekolah ada?, Lalu dijawab oleh Satpam bahwa Kepala Sekolah belum datang,” katanya.

Wartawan Media tersebut menurut Aminuddin, selanjutnya mengatakan kepada Satpam, “Kepala Sekolahmu sibuk urus caleg”.

“Mendengar hal itu, Satpam kemudian mengatakan saya tidak mengetahui hal itu. Dia juga menyampaikan keberatannya atas pemberitaan oleh oknum wartawan. Bahkan dia bersedia untuk dipertemukan,” tegasnya.

Aminuddin menambahkan dari rentetan kegiatan yang telah diuraikanya, dia bertanya adakah waktu untuk saya mengurus caleg?.

Pada tanggal 26 Februari 2024, menurut Aminuddin, oknum wartawan itu kembali bertanya pada Satpam terkait keberadaan Kepala sekolah dan dijawab, jika Kepala Sekolah sangat padat kegiatannya.

” Saat itu saya menerima Kepala Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Wajo, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang sedang melukakan pemantauan kegiatan Sekolah dalam rangka rapat internal dengan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) untuk persiapan ujian sekolah dan amalya ramadan,” tuturnya.

Baca Juga:  Dua Ruas Tol Diresmikan Presiden Joko Widodo, Pj Gubernur Sumut Optimis Dongkrak Sektor Industri dan Pariwisata

Dijelaskan Aminuddin, Satpam kemudian bertanya bahwa apakah anda yang datang pada tanggal 15 Februari 2024 lalu? yang disangkali oknum wartawan itu.

” Satpam kemudian membukakan CCTV Sekolah dan akhirnya diakui oleh oknum itu dengan nada suara keras, sehingga terjadilah dorong mendorong hingga pintu gerbang sekolah,” jelasnya.

Terhadap adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dikatakan oknum wartawan itu, Aminuddin menjelaskan, jika hal itu bukan merupakan pungli tetapi berupa sumbangan yang berfariasi sesuai keikhlasan orang tua yg menyumbang bahkan banyak dari mereka yang tidak menyumbang dan itu bukan menjadi persoalan.

“Saya menyarankan melalui klarifikasi ini, untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat terkait dugaan pungli itu, sebaiknya berkoordinasi dengan pihak pengurus komite sekolah,” tambahnya.

Berita ini ditayangkan sekaligus merupakan klarifikasi Aminuddin sebagai bentuk hak jawabnya dan pihak sekolah SMAN 7 Kabupaten Wajo.

“Tidak lupa saya ucapkan terimakasih, Wassalam,” tutupnya.

(Yus/wandy)