Mukhyar dan Winardi Daftarkan Diri Ke DPW Nasdem Banjarbaru, Siap Pimpin Banjarmasin

SuaraOne Banjarmasin Kalsel—, Suasana Senin Siang (6/5/2024) di Markas DPW Partai Nasdem Banjarbaru, terlihat suasana ramai dan bahagia.

Ternyata mereka dari Pengurus dan Anggota Partai Nasdem Kota Banjarmasin datang
ke Banjarbaru untuk mendaftarkan Mukhyar sebagai Calon Walikota (Banjarmasin).

“Sekaligus kita juga memasukkan pendaftaran untuk Calon Wakil Walikota,” ujar Winardi, saat ditemui di kediamannya.

Katanya, Partai Nasdem perolehan kursi hanya dua kursi di DPRD Kota Banjarmasin, dan untuk Calon Walikota harus mengantongi 9 kursi.

Sedangkan yang mengantongi 7 kursi ada 3 Partai, yaitu Golkar, PKS dan PAN, mereka ingin koalisi dengan Nasdem, untuk mencapai 9 kursi.

“Jadi dalam kesempatan ini, mungkin situasi yang bagus oleh Para Pengurus dan Anggota DPD Partai Nasdem yang mengusulkan agar dapat mengusul Kadernya sendiri sebagai Pendamping Walikota nantinya. Kebetulan yang ditunjuk adalah Saya,” ujar Winardi, dikonfirmasi Sabtu (11/5/2024).

Karena ini, menurut Winardi aspirasi dari Partai Nasdem dan ini suatu kesempatan yang bagus, maka dirinya juga ikut mendaftar.

“Mudah-mudahan bisa mendampingi nanti Calon Walikota Banjarmasin 2024-2029. Tapi tentunya masalah ini tidak akan berlangsung begitu saja. Dukungan dari Masyarakat juga sangat kita perlukan dalam tujuan perbaikan,” Winardi menambahkan.

Maka marilah kita lakukan secara bersama-sama. Program dari Walikota untuk kepentingan masyarakat, selalu kita dukung .

H Winardi Sethiono selama ini aktif di berbagai organisasi yang peduli pada persoalan masyarakat.

Selain sebagai Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kalsel, Winardi juga Koordinator Ambin Demokrasi yang menyuarakan Aspirasi Politik Masyarakat, dengan menggelar rutin Diskusi Politik setiap bulan, juga sebagai Ketua Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kalsel yang mampu membawa pembauran dengan Masyarakat Kalsel.

Kepada Masyarakat diingatkan, kalau sudah terjebak dalam politik uang (Money Politik), maka hak protes masyarakat menjadi hilang, hak untuk memperbaiki kehidupan juga hilang, karena kesempatan untuk memberikan kritik terhadap Pemerintah juga tidak bisa dilakukan, karena sudah dibayarkan melalui serangan fajar dan tidak bisa dikembalikan lagi. Jadi jangan terjebak politik uang, jika Anda inginkan perubahan nasib untuk mencapai kemakmuran.***juna