Konflik Di SMK Budi Bangsa Diselesaikan Melalui Problem Solving Bhabinkamtibmas Polsek Bone Bone

SuaraOne Lutra Sulsel—Desa Sumber Dadi, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, menjadi saksi ketegangan yang berhasil diatasi melalui upaya pendamaian tanpa melibatkan jalur hukum. Bhabinkamtibmas Polsek Bone B, Bripka Azwar dan babinsa , memainkan peran penting dalam menyelesaikan konflik yang melibatkan siswa-siswa di SMK Budi Bangsa. Sabtu, 27/1/2024

Kapolres Luwu Utara, AKBP Muhammad Husni Ramli, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan pendekatan Bhabinkamtibmas Polsek Bone Bone dalam menyelesaikan konflik di masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan dengan menghadirkan kepolisian sebagai pemecah permasalahan di tengah masyarakat yang dilakukan Bhabinkamtibmas berhasil mendamaikan kedua belah pihak,” terang Kapolres.

Peristiwa konflik tersebut terjadi pada hari Jumat, tanggal 26 Januari 2024, pukul 11.00 Wita. Insiden kekerasan di lingkungan sekolah menciptakan kehebohan, dengan sekitar 20 orang keluarga dan teman-teman Kevin yang merasa terpanggil untuk mencari keadilan dengan cara yang tidak terkontrol. Ancaman aksi balas dendam semakin menambah ketegangan di lingkungan sekolah.

Bhabinkatikmas, Bripka Azwar, bersama Babinsa Sumber Dadi Serda Andika, dan Serda Franciscus Babinsa Bungapati, turun tangan untuk meredam ketegangan. Proses mediasi dimulai dengan mengumpulkan pihak yang terlibat, serta saksi-saksi yang hadir dalam kejadian tersebut. Kepala Sekolah, Rahmati S.Pd, juga turut serta dalam upaya menyelesaikan konflik ini dengan pendekatan yang bijaksana.

Pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa dengan tegas menyampaikan pesan kepada keluarga dan teman-teman Kevin untuk menahan diri, menghindari tindakan balas dendam, dan memberi kesempatan kepada pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mereka menekankan pentingnya menumbuhkan kepedulian terhadap norma dan nilai-nilai pendidikan.

Dalam giat tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah secara kekeluargaan. Kesepakatan ini diwujudkan dalam Surat Perdamaian dan Pernyataan yang ditandatangani dihadapan para saksi serta disaksikan oleh Rahmati S.Pd, Bripka Azwar, Serda Andika, dan Serda Franciscus.

Turut hadir dalam kegiatan ini Rahmati S.Pd, Bripka Azwar, Serda Andika, Serda Franciscus, serta masing-masing orang tua dari kedua belah pihak menjadi saksi dalam kesepakatan tersebut. Penyelesaian konflik ini tidak hanya membawa damai dalam kasus ini, tetapi juga memberikan contoh bagi seluruh siswa untuk menyelesaikan permasalahan melalui pendekatan yang lebih dewasa dan bijaksana. Semoga kejadian ini menjadi landasan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan harmonis di SMK Budi Bangsa.

laporan _fhatma
Editor_R.bust